|
Tentang Bank Bengkulu
Bidang Usaha Bank Bengkulu
Penghimpunan Dana
Penghimpunan Dana Bank Bengkulu melalui produk-produk sebagai berikut :
1. Giro
Memberikan kemudahan dalam transaksi penyetoran maupun pengambilan baik secara tunai, kliring maupun pemindahbukuan.
2. Deposito
Menawarkan beberapa pilihan sesuai jangka waktu dengan suku bunga yang bersaing. Dapat diperpanjang secara otomatis sesuai konfirmasi awal. Keunggulan deposito adalah dapat digunakan sebagai jaminan kredit.
3. Tabungan Simpeda
Tabungan berhadiah yang diundi setiap semester dan didukung dengan fasiitas ATM.
4. Tabungan Tabot
Tabungan berhadiah dan berasuransi, diundi setiap semester dan didukung dengan Fasilitas ATM
5. TabunganKu
Tanpa biaya administrasi bulanan dengan setoran awal minimum Rp. 20.000'-
Penggunaan Dana
Penggunaan Dana Bank Bengkulu dalam bentuk penyaluran kredit kepada masyarakat untuk berbagai jenis dan sektor usaha, antara lain :
1. Kredit Umum :
- Kredit Modal Kerja
- Kredit Investasi
- Kredit Lainnya
2. Kredit Program :
- Kredit Pundi
- Kredit SUP 005
Jasa-jasa Bank
Untuk memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat, Bank Bengkulu memberikan jasa-jasa bank sebagai berikut :
1. Bank Garansi
-
Bank Garansi Tender
-
Bank Garansi Penawaran
-
Bank Garansi Pelaksanaan
-
Bank Garansi Lainnya
2. Pengiriman Uang
3. Referensi Bank
4. Pembayaran Tagihan Telepon, Listrik dan Air
5. Pembayaran Setoran Uang Kuliah
6. Pembayaran Pajak
Manajemen Risiko
Bank sebagai lembaga keuangan yang sangat ditentukan oleh kepercayaan masyarakat akan selalu menghadapi risiko yang berkaitan dengan fungsinya sebagai lembaga intermediasi keuangan. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 5/8/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, Bank Bengkulu telah menerapkan manajemen risiko pada kegiatan usahanya. Penerapan manajemen risiko menuntut dilakukannya perubahan-perubahan organisasi, seperti : penyesuaian organisasi bank, perumusan kebijakan dan strategi baru yang disesuaikan dengan Basel II Framework, penyiapan sumberdaya manusia, penerapan metodologi baru terutama yang berkaitan dengan identifikasi, pengukuran dan pemantauan risiko yang mengacu pada penyempurnaan Teknologi Sistem Informasi termasuk sistem perbankan yang telah beroperasi saat ini.
Untuk memenuhi tuntutan di atas, Bank Bengkulu telah mempersiapkan hal-hal sebagai berikut : 1. Pembentukan Tim Counterpart Risk Management Bank Bengkulu 2. Membentuk Komenko (Komite Manajemen Risiko) 3. Membentuk SKMR (Satuan Kerja Manajemen Risiko) 4. Mensosialisasikan penerapan manajemen risiko kepada seluruh karyawan, staf dan pejabat Bank. 5. Memberikan pelatihan Manajemen Risiko kepada pegawai, staf dan pejabat Bank, dimana pada saat ini telah dilakukan pelatihan kepada ± 50 % staf dan pejabat Bank. 6. Mengikutsertakan Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Pejabat Bank dan Staf dalam program Sertifikasi Manajemen Risiko. 7. Penyusunan Buku Pedoman Perusahaan (BPP) Manajemen Risiko
Pengelolaan Risiko Kredit
Pengelolaan risiko kredit dilakukan oleh Divisi Kredit, pengendalian yang telah dilakukan antara lain dengan telah dibuatnya pedoman dan ketentuan serta rambu-rambu yang mengatur tata cara penyaluran, pembinaan dan pengawasan terhadap kredit yang disalurkan dalam bentuk Surat Keputusan Direksi. Penyaluran kredit tetap sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap mengedepankan prinsip prudential banking (kehati-hatian). Selain itu, pengelolaan kredit bermasalah dilaksanakan oleh Divisi Penyelamatan Kredit yang berpedoman pada prosedur penanganan kredit bermasalah.
Pengelolaan Risiko Pasar
Pengelolaan risiko pasar dengan mengidentifikasi variabel risiko pasar yaitu risiko suku bunga (interest rate risk). Dengan demikian pengukuran risiko pasar di Bank Bengkulu dilakukan melalui pendekatan terhadap risk driver, yaitu analisis sensitivitas suku bunga (interest rate sensitivity analysis). Strategi Bank Bengkulu dalam membangun dan mengembangkan manajemen risiko pasar, antara lain dengan mengoptimalkan fungsi ALCO (Assets Liabilities Committee). Tugas utamanya adalah mengevaluasi posisi suku bunga bank, mengkaji ulang pricing baik assets maupun liabilities dan menginformasikan kepada Direksi Bank Bengkulu atas setiap perkembangan ketentuan dan peraturan terkait yang mempengaruhi Bank. Pengelolaan risiko pasar ini dilaksanakan oleh Divisi Treasury.
Pengelolaan Risiko Likuiditas
Pengelolaan risiko likuiditas dilaksanakan melalui ALCO. Bank Bengkulu dalam menjalankan operasionalnya senantiasa mengacu pada pola pengelolaan yang berimbang, diantaranya dilakukan dengan cara pengelolaan dana yang baik dan tersedianya likuiditas yang cukup serta senantiasa menempatkan bank pada posisi sehat. Pengelolaan dana masyarakat pada Bank Bengkulu diupayakan dengan cara meminimalisasi kemungkinan terjadinya risiko kesenjangan dana antara kemampuan untuk memenuhi kewajiban pada pemilik dana dan mengoptimalkan pemanfaatan dana guna menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi bank. Dengan pola tersebut maka Bank Bengkulu dapat mengatasi kekurangan likuiditas sebaik mungkin, sehingga semua kewajiban kepada pemilik dana dapat terpenuhi dengan baik dan tepat waktu. Pengelolaan risiko likuiditas ini dilaksanakan oleh Divisi Treasury.
Pengelolaan Risiko Operasional
Pengelolaan risiko operasional Bank Bengkulu dilaksanakan dengan menetapkan kebijakan, prosedur dan proses kerja operasional yaitu antara lain : - Menjalankan aktivitas operasional bank dengan berpedoman pada Undang-Undang perbankan dan ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh otoritas moneter. - Penggunaan metode Akuntansi sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. - Senantiasa melakukan tindak lanjut (follow up) terhadap temuan tim audit. - Mengoptimalkan fungsi audit intern/SKAI yang secara efektif dapat memastikan memadainya struktur pengendalian intern pada penyelenggaraan operasional bank. - Mengembangkan pengamanan proses teknologi informasi. - Penerapan prinsip pengenalan nasabah (know your customer).
Teknologi Informasi
Menghadapi persaingan dunia perbankan yang semakin sengit, Bank Bengkulu terus berupaya meningkatkan kualitas layanan. Untuk itu teknologi informasi memegang peranan penting untuk terus ditingkatkan. Pada tahun 2006 bidang teknologi informasi mengalami perkembangan yang begitu berarti, yaitu dengan mengimplementasikan ATM Bank Bengkulu. Fakta ini sebagai bagian langkah yang diambil manajemen Bank Bengkulu untuk mengoptimalkan daya dukung teknologi informasi terhadap pengembangan usaha dan pemasaran saat ini dan pada masa yang akan datang. Untuk mewujudkan tekad Bank Bengkulu dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah dan masyarakat, pada tahun 2006 telah dilakukan penambahan 4 unit ATM yang tersebar diseluruh propinsi Bengkulu. Selain itu juga pada akhir Juni 2006 ATM Bank Bengkulu telah tergabung dalam jaringan ATM Bersama, sehingga ATM Bank Bengkulu dapat diakses di 60 Bank (23 BPD) dengan ± 11.000 ATM tersebar di seluruh Indonesia.
Rencana Yang Akan Datang
Kondisi perekonomian nasional selama tahun 2006 mengalami gejolak yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat dari indikator makro ekonomi seperti laju inflasi, nilai tukar rupiah, harga minyak dunia dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, dengan semakin ketatnya kebijakan moneter dan regulasi perbankan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan semakin kompleksnya risiko kegitan usaha perbankan sehingga meningkatkan kebutuhan praktek tata kelola bank yang sehat, yaitu dengan menjalankan prinsip Good Corporate Governance. Oleh karena itu Bank harus menetapkan sasaran strategis yang dapat mengarahkan kegiatan operasional bank.
Sesuai dengan visi Arsitektur Perbankan Indonesia (API), Bank Bengkulu dalam jangka panjang akan menjadi Bank Fokus dengan kegiatan usaha tertentu dengan jumlah modal inti minimal Rp. 100 milyar. Untuk mencapai tujuan dimaksud, manajemen Bank Bengkulu telah menetapkan kebijakan dan strategi bank yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank Bengkulu tahun 2007, antara lain sebagai berikut :
- Mempertahankan predikat sebagai bank yang sehat sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. - Meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga terdiri atas Giro, Tabungan dan Deposito. - Menjaga tingkat NPL terus berada di bawah 5 %. - Meningkatkan fungsi intermediasi perbankan, terutama dilingkungan wilayah pangsa pasar yang dikuasai. - Meningkatkan setoran modal dari pemilik yang berasal dari setoran pemegang saham dan deviden. - Meningkatkan penyaluran dana dengan lebih fokus pada sektor UMKM. - Meningkatkan penerapan prinsip Good Corporate Governance dalam pengelolaan operasional dengan didasari penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. - Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan pendidikan dan latihan sesuai tuntutan tugas yang diemban. - Terus mengembangkan infrastruktur jaringan teknologi informasi untuk dalam rangka memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,terutama penambahan mesin ATM di setiap kantor layanan, bergabung dengan M-ATM dan BPD net online. - Menata ulang dan merombak struktur organisasi sesuai dengan perkembangan dan kompleksitas usaha, baik di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang. - Mengembangkan dan memperluas jaringan pelayanan bank dengan membuka atau menambah jaringan kantor Bank dan membuka unit usaha syariah (UUS). - Memperbaiki dan membangun brand image(citra) yang baik, sehingga Bank Bengkulu benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
|